Sabtu, 17 Mei 2014




GHOYAH,itulah sebutan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Penerima Beasiswa Santri Berprestasi di UNAIR yang terwadahi dalam CSS MoRA UNAIR. Kegiatan Ghoyah ini sering dilakukan ketika menjelang Ujian bagi Mahasantri CSS MoRA UNAIR (Mahasantri merupakan sapa’an yang kadang-kadang bagi PBSB karena mungkin dulunya santri yang berada di pondok, sekarang berada di Universitas diberi nama Mahasantri yang fenomenanya sama dengan siswa dan mahasiswa). Hehe
Ghoyah juga merupakan salah satu kegiatan yang lumayan banyak dihadiri oleh anggota aktif Css MoRA. Rangkaian kegiatan ghoyah ini tidak formal, seperti biasa ada pemandu acara yang membuka ghoyah. Biasanya di buka dengan surotul Fatihah. Lalu dilanjutkan dengan membaca istighosyah yang di pimpin oleh mas-mas yang mumpuni di bidang istighosah seperti mas Ulil, mas zai dan yang lainnya. Setelah istighosah dilanjutkan dengan Diba’iyah yang tak jarang pula diiringi oleh lantunan banjari dari anggota CSS MoRA UNAIR yang bisa memainkannya. Diba’iyah selesai ditutup dengan Do’a dari pemimpin diba’iyah / yang bisa. Terakhir Penutupan dari pemandu acara yang mempertandakan selesainya Ghoyah. Semoga Allah SWT mengabulkan do’a kita. Amiin


Minggu, 11 Mei 2014


Selayaknya sebuah sistem pemerintahan, tentu ada pergantian kepemimipinan dari satu generasi kegenerasi selanjutnya. Begitu pula CSS MoRA UA yang berganti mas'ul setiap satu tahun sekali. Serangkaian acara Pergantian kepengurusan CSS MoRA UA dikemas menjadi satu dalam Musyawarah Besar (Mubes) CSS MoRA UA yang diawali dengan dibentuknya panitia pergantian pengurus CSS MoRA UA. Serangkaian acara pada Mubes ini terdiri dari: LPJ Kepengurusan, serangkaian pemilihan ketua baru dan pelantikan pengurus. Di awal tahun 2013 ini dilaksanakanlah penyerahan tongkat estafet kepengurusan CSS MoRA UA periode 2012/2013 ke periode 2013/2014.
Pada akhir bulan Desember 2013 diadakan LPJ Kepengurusan CSS MoRA UA periode 2012/2013, kemudian dilanjutkan serangkaian pemilihan ketua baru periode 2013/2014 pada bulan Januari 2014 yang terdiri dari penetapan calon, debat kandidat dan pemilihan. Dan pada akhirnya ditutup dengan pelantikan pengurus CSS MoRA UA periode 2013/2014 pada tanggal 9 Maret 2014.
Pelantikan pengurus periode 2013/2014 diadakan indoor (dalam ruangan) karena merupakan acara yang formal begitu pula dengan tahun-tahun sebelumnya. 


Pembacaan Puisi sebelum pelantikan yang dipimpin oleh Ketua terpilih, Choirul Anam 

Tepatnya dilaksanakan di gedung Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga. acara dimulai dengan dilantunkannya Hyme CSS MoRA UA dan Mars CSS MoRA oleh tim paduan suara CSS MoRA UA. Selanjutnya serah terima jabatan dari ketua CSS MoRA UA periode 2012/2013 kepada ketua periode 2013/2014. Setelah itu prosesi pelantikan yang diawali dengan pembacaan puisi oleh ketua baru, Choirul Anam. Bersamaan dengan pembacaan puisi tersebut satu persatu dari  BPH (Badan pengurus harian) dan kadept (ketua departemen) maju berjajar di samping ketua. Lantunan puisi indah bertemakan keluarga tersebut seolah menghiasi ruangan pelantikan siang itu. seusai pembacaan puisi, selanjutnya pelantikan secara resmi penyerahan tongkat estafet kepengurusan secara simbolik dari ketua periode 2012/2013, sdr. Sayfrizal Izaqi kepada ketua baru periode 2013/2014 sdr. Choirul Anam. selanjutnya pembacaan baiat yang dipimpin oleh perwakilan dari pengurus CSS MoRA Nasional yaitu sdr.Dirga (ketua CSS MoRA regional timur) dan diikuti  oleh semua pengurus baru CSS MoRA UA. dilanjutkan dengan cara sambutan-sambutan dan penyampaian proker (program kerja) masing-masing departemen sekaligus pengesahan.
Pada sistem kepengurusan ini terdapat perombakan baru, yakni perubahan beberapa nama departemen. diantaranya PMB (Pengembangan Minat dan Bakat) yang dijadikan satu dengan Departemen Kesma (Kesejahteraan Mahasiswa) menjadi HMB (Hobi, Minta dan Bakat) serta departemen P3M dan departemen Kesantrian dijadikan satu menjadi departemen PPK (Pengembangan, Pengabdian dan Kesantrian). dengan adanya perombakan diharapkan kepengurusan kali ini bisa berjalan lebih baik dan lebih efisien dari tahun-tahun sebelumnya. 




Kamis, 31 Oktober 2013

CSS MoRA merupakan keluarga besar yang menjadi wadah organisasi para santri penerima PBSB dan sudah semestinya yang namanya keluarga akan selalu terhubung dengan komunikasi yang hangat dan dekat. Dan salah satu bentuk komunikasi  itu adalah silaturahim. Minggu, tertanggal 06 oktober 2013, CSS MoRA regional timur yang terdiri dari empat PTN yaitu: Univeritas Airlangga, Institur Teknologi Sepuluh nopember, IAIN Sunan Ampel dan UIN Maulana Malik Ibrohim Malang menggelar “Silaturahim Para Pengubah Takdir Bangsa 2025” dengan tema  ”Kita Santri Peduli Negeri”. Kegiatan ini dimulai dari pukul  09.00-16.30 di aula Fisip gedung C ruang 302. Prof. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si., Direktur Pendidikan Universitas Airlangga sekaligus pembina CSS MoRA UA turut hadir, “CSS  memberikan virus yang baik di UNAIR, maka dari itu anak-anak CSS MoRA ini adalah kebanggaan saya” begitu ungkap Ibu Nyoman ketika memberikan sambutan. Ketua CSS MoRA Nasional, Imam Sahal dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pun turut hadir diagenda tahunan regional ini.
            Tak  hanya silaturahim tanpa ada bobot pembicaraan, dalam acara tahunan yang disebut ISTIHLAL ini terangkai dengan susunan acara mulai dari presentasi proker tiap PTN dan pengumuman dari pengurus CSS MoRA Nasional terkait penjelasan living cost (LC), sosialisasi program kerja CSS MoRA Nasional.
            Memasuki agenda inti, diadakan Talk Show yang diisi oleh Ketua ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) Jatim, Bapak Ismail Nachu dengan tema “Kami Santri Peduli Negeri”. Masing-masing dari kita adalah pewaris sah bangsa ini, papar Bapak Ismail, kaum santri ditilik dari akar historisnya adalah kaum yang muncul dari aktivitas keagamaan puritan, yang kemudian turut pula berkontribusi dalam menggagas dan menopang gerakan nasionalisme Indonesia. Dewasa ini, berbagai problema dilematis dihadapi bangsa ini, permasalahan bangsa yang timbul sejauh ini lebih dikarenakan kaum terdidiknya yang justru  menjadi problem. Sebagai kaum muda dan santri, seharusnya problem-problem itu diatasi. Bagaimana menangkap ikan tanpa membuat airnya keruh, itulah baru cara santri menjawab permasalahan dengan berani menetap dalam kebenaran.
            “Saya berharap dari CSS muncul W.R. Supratman atau Jenderal Sudirman yang punya mimpi tentang negerinya”. Sebab Indonesia dengan segala permasalahannya bukanlah lantas terhidang utuk dijadikan kritik agar terlihat sebagai kaum kritis, bukanlah solusi ketika lebih mengutuk kegelapan dari pada menyalakan lilin. Karena dari awal tidak ada yang memilih untuk dilahirkan menjadi orang Indonesia, “karena ibu saya orang Pasuruan, maka saya harus menerima status saya sebagai warga negara Indonesia. Seandainya ibu saya bukan orang Pasuruan, saya akan lebih memilih keluar negeri saja”, tukas bapak Ismail. Dipenutup Tak Show Bapak Ismail Nachu berpesan “jika anda yang benar, maka rubahlah sistem. Jika sistem yang benar, maka rubahlah diri anda”.
            Setelah talk show kemudian dilanjutkan dengan testimoni oleh alumni CSS MoRA yang telah kembali mengabdi di Pondok Pesantren, yaitu Vicky Vendi alumni UA 2007 dan Lutfi alumni UGM. Mereka menceritakan pengalaman dan gambaran apa yang mereka lakukan ketika kembali kepesantren, mengabdi. Kemudian acara semakin dipermanis denga hiburan berupa penampilan tari saman, banjari, games pengakraban dan penampilan dari tiap PTN berupa tari-tarian,  drama, dan musikalisasi puisi menambah ruahnya canda tawa riang peserta yang berjumlah lebih dari 400 orang. “Acara regional ini adalah tahun ke-4 sekaligus tahun terakhir diselengarakan, namun semoga silaturahim 4 PTN di regional timur ini tidak berakhir dan berhenti sampai di sini saja”, tutur M. Syafrizal Izaqi, ketua CSS MoRA UA, mahasiswa Fakultas Fisip jurusan Hubungan Internasional. (Ls)
           

            

Kamis, 26 September 2013

Ringkasan ngaji at Taqrib. Sekre, Jum’at, 20 September 2013. Oleh : Ust. Zainuddin
NAJIS
Ø  Setiap benda cair yang keluar dari dua jalan itu najis kecuali mani.
Ø  Adapun membersihkan semua air seni dan kotoran/feses itu wajib kecuali air seninya bayi laki-laki yang masih belum makan makanan apapun selain ASI, maka air seni tersebut bisa suci hanya dengan memercikkan air.
Ø  Najis yang dimaafkan itu hanyalah sedikit dari darah dan nanah.
Ø  Hewan yang tidak memiliki darah yang mengalir jika jatuh ke wadah dan mati di dalam wadah itu maka tidak membuatnya najis.
Ø  Hewan itu semuanya suci kecuali anjing dan babi dan yang lahir dari keduanya atau salah satunya.
Ø  Bangkai itu semuanya najis kecuali ikan, belalang dan manusia.
Ø  Air liur anjing dan babi yang mengenai wadah maka dibasuh sebanyak 7 kali, salah satunya dicampur dengan debu, sedangkan najis-najis yang lain cukup dibasuh satu kali dengan mengalirkan air padanya, tapi lebih utama dibasuh tiga kali.
Ø  Khamar yang  menjadi cuka dengan sendirinya itu suci, sedangkan jika menjadi cuka karena dicampuri sesuatu maka ia tidak suci.

HAID, NIFAS, ISTIHADLOH
Ø  Darah yang keluar dari farji wanita itu ada 3 macam: haid, nifas, dan istihadloh.
Ø  Darah haid adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita dalam keadaan sehat dan warnanya hitam pekat dan menyebabkan sakit.
Ø  Darah nifas adalah darah yang keluar setelah melahirkan.
Ø  Darah istihadloh adalah darah yang keluar bukan di hari-hari haid dan juga bukan darah nifas.
Ø  Waktu minimal haid itu sehari semalam sedangkan maksimalnya 15 hari dan pada umumnya 6 atau 7 hari
Ø  Waktu minimal nifas itu sebentar, sedangkan maksimalnya 60 hari, dan pada umumnya 40 hari.
Ø  Waktu minimal suci di antara dua haid adalah 15 hari dan tidak ada batas maksimalnya.

Selasa, 23 Juli 2013


Kondisi puasa tidak menyurutkan semangat-semangat para mahasiswa-mahasiswi ini, buktinya pukul 06.00 WIB mereka telah berkumpul di basecamp mereka untuk mempersiapkan acara hari ini. Ya, menyenangkan orang lain termasuk ibadah, itulah salah satu alasan orang-orang ini bersemangat. Mereka tidak lain dan tidak bukan adalah para mahasantri-mahasantri dari berbagai daerah yang dihimpun dalam sebuah kesatuan bernama CSS MoRA Universitas Airlangga. Dua hari ini mereka akan mengadakan kegiatan Pekan Ramadhan Ceria yang bertempat di SDN Mojo III.

Tepat pukul 07.00 WIB, acara dibuka oleh Istiqomah dan Purnama, yang kemudian dilanjutkan dengan penampilan pembuka yaitu banjari dari ‘Jamalillah’ alias tim banjarinya CSS MoRA UA. Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia, ketua CSS MoRA UA dan terakhir sambutan dari kepala sekolah SDN Mojo III yang berpesan kepada para anak didiknya agar memanfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya.
Selanjutnya peserta yang terdiri dari siswa kelas 4 dan 5 ini dibagi menjadi 10 kelompok, yang masing-masing kelompoknya ditemani oleh kakak-kakak dari CSS MoRA UA. Selanjutnya pemberian materi berupa Sholat, yang disampaikan oleh mas Mukhtar Jalil yaitu anggota CSS MoRA UA angkatan 2009. Para peserta sangat bersemangat menyimak. Dan kemudian dilanjutkan dengan praktek sholat yang dibimbing oleh masing-masing pendamping kelompok. Setelah itu, para peserta diajari do’a-do’a harian yang nantinya akan dihafalkan dan disetorkan kepada tiap-tiap pendamping kelompoknya.

Setelah pemberian materi sekaligus praktek, peserta yang merasa jenuh kembali semangat dengan menyanyikan lagu islami bersama yang-sama. Lagu yang dipilih oleh panitia adalah “Marhaban Romadhan” nya Haddad Alwi dan lagu tentang sholat. Setelah dihibur dengan menyanyi bersama. Selanjutnya giliran mbak Izzatul Barr El-Haq yang menyampaikan materi tentang puasa. Kondisi mulai ribut karena kebanyakan peserta mulai tidak sabar ingin pulang. Namun kakak-kakak pendamping kelompok dengan sigap menenangkannya sehinga kondisi kembali kondusif. Setelah materi puasa, acara ditutup dengan do’a dan pesan dari guru agama SDN Mojo III, agar para murid mengingat apa yang telah didapat hari ini, dan juga pesan kepada kakak-kakak CSS MoRA UA agar kontinyu melaksanakan kegiatan yang berdampak positif ini. 

Di hari kedua, acaranya lebih beragam dan lebih semangat lagi. Meski peserta di pagi hari lebih sedikit dari kemarin yaitu hanya siswa-siswi kelas 6 saja, namun hal itu tidak menyebabkan para anggota CSS MoRA UA loyo, akan tetapi mereka tetap bersemangat. Seperti hari sebelumnya, acara dibuka dengan membaca do’a dan pembagian kelompok. Selanjutnya para peserta diajak membaca Al-Qur’an bersama-sama, dan kemudian satu persatu dengan disimak oleh masing-masing pendamping kelompok. Kemudian acara dilanjutkan dengan pemberian materi yang sebelumnya sudah diselingi dengan menyanyi lagu islami. Materi yang diberikan adalah Haji yang disampaikan oleh mas Arief Rahman, para peserta mendengarkan dengan seksama dan banyak yang bertanya. Selanjutnya materi kedua pada hari itu adalah mengurus jenazah yang dibawakan oleh mas Mukhtar Tajudin atau biasa dipanggil mas Tije. Materi yang sangat penting ini disampaikan sekaligus dengan prakteknya, sehingga para peserta lebih memahami apa yang disampaikan oleh mas Tije. Tidak tanggung-tanggung bahkan ada salah satu peserta yang rela berpura-pura menjadi jenazah untuk dicontohkan kepada teman-temannya.
Acara selanjutnya ialah membuat kartu Ramadhan ceria, yang dipandu oleh masing-masing pendamping kelompok. Terlihat para siswa sangat antusias mengerjakannya. Acara pagi itu ditutup dengan post test tentang haji dan pengurusan jenazah yang telah disampaikan oleh kedua pemateri pagi itu. Selanjutnya para peserta dipersilahkan sholat zuhur berjama’ah dan pulang ke rumah masing setelah diinfokan bahwa jam 16.00 WIB harus kembali ke sekolah untuk melanjutkan acara.

Sore hari peserta yang datang lebih banyak, karena ditambah oleh beberapa siswa dari kelas 5. Acara sore itu dimulai dengan ceramah agama oleh mas Zaki hingga waktu berbuka tiba, kemudian para peserta diajak sholat magrib berjama’ah. Sementara itu di tempat lain, sebagian panitia menyebar di beberapa titik di jalanan untuk membagikan takjil kepada orang-orang yang berpuasa. Kebanyakan target mereka adalah para tukang becak yang berada di pinggir-pinggir jalan. Dan Alhamdulillah berhasil membagikan takjil sebanyak 92 buah.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sholat isya dan tarawih berjama’ah. Dan ditutup dengan penyerahan bantuan bakti sosial kepada panti asuhan, penyerahan kenang-kenangan untuk sekolah dan foto bareng. Alhamdulillah acara ini berjalan dengan lancar dan tujuannya tersampaikan, sesuai dengan jargon mereka,
Pekan Ramadhan Ceria... Bagi-bagi kebaikan...  (pull)