Selasa, 29 Maret 2016

Sekilas SanTab
Kontroversi Pemimpin Non Muslim


Ø  Hukum mengangkat pemimpin adalah wajib bagi kaum muslimin
ØRasulullah pernah bersabda bahwa jika ada sekumpulan orang yang melakukan perjalanan, hendaknya mereka mengangkat pemimpin
Ø Ada perbedaan dalam wajibnya pengangkatan pemimpin. Ada wajib akal dan wajib syara’
Ø Ada wajib akal karena sudah menjadi kebiasaan bahwa ada orang yang mengatur sistem kehidupan
Ø Ada wajib syara’ karena ada kebutuhan untuk mengangkat orang yang dapat menegakkan syariat
ØAda dua cara, yaitu Ahlul Halli wal ‘Aqdi (AHWA) dan penunjukan oleh pemimpin sebelumnya
Ø  Kriteria pemimpin :
o   Adil
o   Mampu melakukan ijtihad dalam urusan agama
o   Bebas dari kecacatan indra
o   Bebas dari kecacatan tubuh
o   Memiliki pandangan yang dapat membawa kemaslahatan
o   Berani
o   Bernasab bani Quraisy
Ø  Berdasarkan Alquran Surat Ali Imron ayat 118, umat muslim tidak diperkenankan mengangkat pemimpin nonmuslim kecuali semua orang muslim berkhianat, dengan ketentuan hanya ada pengangkatan kafir dzimmi sebagai pemimpin
Ø  Jika terlanjur ada pemimpin nonmuslim, umat muslim harus menaati aturannya selama aturan yang bersangkutan tidak menyalahi syariat Islam 
I

Kamis, 30 Juli 2015


Kondisi puasa tidak menyurutkan semangat-semangat para mahasiswa-mahasiswi ini, buktinya pukul 06.00 WIB mereka telah berkumpul di basecamp mereka untuk mempersiapkan acara hari ini. Ya, menyenangkan orang lain termasuk ibadah, itulah salah satu alasan orang-orang ini bersemangat. Mereka tidak lain dan tidak bukan adalah para mahasantri-mahasantri dari berbagai daerah yang dihimpun dalam sebuah kesatuan bernama CSS MoRA Universitas Airlangga. Dua hari ini mereka akan mengadakan kegiatan Pekan Ramadhan Ceria yang bertempat di SDN Mojo III.

Tepat pukul 07.00 WIB, acara dibuka oleh Istiqomah dan Purnama, yang kemudian dilanjutkan dengan penampilan pembuka yaitu banjari dari ‘Jamalillah’ alias tim banjarinya CSS MoRA UA. Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia, ketua CSS MoRA UA dan terakhir sambutan dari kepala sekolah SDN Mojo III yang berpesan kepada para anak didiknya agar memanfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya.
Selanjutnya peserta yang terdiri dari siswa kelas 4 dan 5 ini dibagi menjadi 10 kelompok, yang masing-masing kelompoknya ditemani oleh kakak-kakak dari CSS MoRA UA. Selanjutnya pemberian materi berupa Sholat, yang disampaikan oleh mas Mukhtar Jalil yaitu anggota CSS MoRA UA angkatan 2009. Para peserta sangat bersemangat menyimak. Dan kemudian dilanjutkan dengan praktek sholat yang dibimbing oleh masing-masing pendamping kelompok. Setelah itu, para peserta diajari do’a-do’a harian yang nantinya akan dihafalkan dan disetorkan kepada tiap-tiap pendamping kelompoknya.
Setelah pemberian materi sekaligus praktek, peserta yang merasa jenuh kembali semangat dengan menyanyikan lagu islami bersama yang-sama. Lagu yang dipilih oleh panitia adalah “Marhaban Romadhan” nya Haddad Alwi dan lagu tentang sholat. Setelah dihibur dengan menyanyi bersama. Selanjutnya giliran mbak Izzatul Barr El-Haq yang menyampaikan materi tentang puasa. Kondisi mulai ribut karena kebanyakan peserta mulai tidak sabar ingin pulang. Namun kakak-kakak pendamping kelompok dengan sigap menenangkannya sehinga kondisi kembali kondusif. Setelah materi puasa, acara ditutup dengan do’a dan pesan dari guru agama SDN Mojo III, agar para murid mengingat apa yang telah didapat hari ini, dan juga pesan kepada kakak-kakak CSS MoRA UA agar kontinyu melaksanakan kegiatan yang berdampak positif ini.
Di hari kedua, acaranya lebih beragam dan lebih semangat lagi. Meski peserta di pagi hari lebih sedikit dari kemarin yaitu hanya siswa-siswi kelas 6 saja, namun hal itu tidak menyebabkan para anggota CSS MoRA UA loyo, akan tetapi mereka tetap bersemangat. Seperti hari sebelumnya, acara dibuka dengan membaca do’a dan pembagian kelompok. Selanjutnya para peserta diajak membaca Al-Qur’an bersama-sama, dan kemudian satu persatu dengan disimak oleh masing-masing pendamping kelompok. Kemudian acara dilanjutkan dengan pemberian materi yang sebelumnya sudah diselingi dengan menyanyi lagu islami. Materi yang diberikan adalah Haji yang disampaikan oleh mas Arief Rahman, para peserta mendengarkan dengan seksama dan banyak yang bertanya. Selanjutnya materi kedua pada hari itu adalah mengurus jenazah yang dibawakan oleh mas Mukhtar Tajudin atau biasa dipanggil mas Tije. Materi yang sangat penting ini disampaikan sekaligus dengan prakteknya, sehingga para peserta lebih memahami apa yang disampaikan oleh mas Tije. Tidak tanggung-tanggung bahkan ada salah satu peserta yang rela berpura-pura menjadi jenazah untuk dicontohkan kepada teman-temannya.
Acara selanjutnya ialah membuat kartu Ramadhan ceria, yang dipandu oleh masing-masing pendamping kelompok. Terlihat para siswa sangat antusias mengerjakannya. Acara pagi itu ditutup dengan post test tentang haji dan pengurusan jenazah yang telah disampaikan oleh kedua pemateri pagi itu. Selanjutnya para peserta dipersilahkan sholat zuhur berjama’ah dan pulang ke rumah masing setelah diinfokan bahwa jam 16.00 WIB harus kembali ke sekolah untuk melanjutkan acara.
Sore hari peserta yang datang lebih banyak, karena ditambah oleh beberapa siswa dari kelas 5. Acara sore itu dimulai dengan ceramah agama oleh mas Zaki hingga waktu berbuka tiba, kemudian para peserta diajak sholat magrib berjama’ah. Sementara itu di tempat lain, sebagian panitia menyebar di beberapa titik di jalanan untuk membagikan takjil kepada orang-orang yang berpuasa. Kebanyakan target mereka adalah para tukang becak yang berada di pinggir-pinggir jalan. Dan Alhamdulillah berhasil membagikan takjil sebanyak 92 buah.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sholat isya dan tarawih berjama’ah. Dan ditutup dengan penyerahan bantuan bakti sosial kepada panti asuhan, penyerahan kenang-kenangan untuk sekolah dan foto bareng. Alhamdulillah acara ini berjalan dengan lancar dan tujuannya tersampaikan, sesuai dengan jargon mereka,
Pekan Ramadhan Ceria... Bagi-bagi kebaikan...  (pull)

Rabu, 01 Juli 2015



Menjadi santri identik dengan MENGAJI, tapi bagaimana dengan santri yang telah menjadi mahasiswa? Masihkan mereka mengaji?
Simak ceritanya......



Keluarga Besar Santri PBSB atau biasa dikenal dengan keluarga Besar CSSMoRA, tetap menjalankan rutinits sebagai mahasiswa yang tetap tak lupa akan identitasnya mereka yaitu “mengaji” tak kalah seru dengan mahasiwa pada umumnya yang tetap menjalankan rutinitas kebersamaannya denga buka bersama. Menjalin merangkul keluarga bukanlah hal yang mudah untuk untuk dilakukan, keluarga kita berasal dari latar belakang yang berbeda, memiliki sifat yang beraneka ragam dengan kepribadiannya masing-masing. Dalam keluarga kami melili seorang bapak yang memangku dan mengendalikan bagaiamana sebuah keluarga itu terwujud dengan kedamaain. Dengan seorang pemimpin baru di periode 2015-2016, Saiful Islam Al Ghozi berusaha berupaya menjadi sebagai sosok pemimpin yang akan mengeratkan apa makna dari keluarga ini. Tak lupa akan amanah yang telah diberikan menjadikan indahnya semangat kebersamaan muncul kembali, mencoba u tuk saling mengingatkan dan memberikan cinta apa arti sebuah keluarga. Karena seiring berjalannya waktu kebersamaan itu akan diuji, bagaimanacara menjaga kebersamaan itu??? Yups.... Kebersamaan yang dibangun dari keberadaan CSSMoRA UNAIR yang tak pernah hilang ialah adanya kebersamaan untuk SANTAB (SANtri Ngaji kiTAB) dalam kajian bahwasanya mengaji adalah hal yabg biasa bagi santri dipesntren, tapi yang ini lain dari pada yang lain, menjadi alumni dari pesantren tak menyurutkan kami untuk tetap memberi aksi yang baik terhadp dunia luas. Mengaji bukanlah hal yang sepeleh dilakukan oleh seorang mahasiswa apalagi yang kuliah di PTN. Menjadi panutan dan contoh adalah hal utama yang kita lakukan agar attitude kita sebagai santri tidak lenyap dan terkikis oleh zaman.


SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA
KELUARGA BESAR CSSMORA UNAIR

Jumat, 10 April 2015


Di bulan April 2015 ini, mahasiswa Universitas Airlangga sedang melaksanakan Ujian Tengah Semester. Begitu pula anggota CSS MoRA UNAIR yang masih terdaftar sebagai mahasiswa aktif di UNAIR. Selamat menempuh Ujian Tengah Semester, semoga lancar dan mendapatkan hasil maksimal. Amiin :-)

Minggu, 29 Maret 2015

Ngaji bareng CSS MoRA UNAIR

Disela rutinitas kuliah dan berorganisasi, kami keluarga besar CSS MoRA Universitas Airlangga juga melakukan kegiatan Ngaji kitab. Mengaji adalah aktivitas wajib kami dulu ketika masih berada di Pondok Pesantren. Dan sekarang setelah menjadi mahasiswa, kami juga mengadakan Ngaji rutin rabu malam supaya ilmu agama kami selalu bertambah dan selalu menjaga keistiqomah dalam menuntut ilmu Allah SWT. Rabu, tanggal 25 maret 2015 kami mengaji bersama Ust. Afri ardianto di Sekretariat CSS MoRA UNAIR (Kertajaya VIII A surabaya). Berikut ini ringkasan mengajinya :

"Bab Ridho kepada Allah SWT"

- Imam Nawawi
Orang mukmin belum dikatakan sempurna imannya sebelum :
1. Mengetahui Allah SWT
2. Ridho pada hukum-hukum Allah
3. Orang yang mengamalkan dan membenarkan janji-janji Allah SWT

- Orang mukmin itu akan dikatakan sempurna imannya kalau ketika mendapat nikmat, ia bersyukur dan yakin bahwa itu yang terbaik untuknya disisi Allah SWT, dan kalau ia mendapat musibah, ia bersabar dan yakin bahwa itu yang terbaik untuknya disisi Allah SWT

- Kyai Zainuddin :
Seseorang yang ingin mencapai derajat tertinggi di sisi Allah SWT ada tiga cara :
1. Ibadah. Memperbanyak ibadah kepada Allah SWT (Aksi)
2. Ketika Allah menetapkan keputusan-Nya kepada kita, kita harus menerimanya tanpa mengeluh, ini yang disebut dengan reaksi
3. Iktiraf kepada Allah (mengakui bahwa kita tidak kuat beribadah kepada Allah. kita adalah orang-orang yang hina dan tercela

- Dari sahabat Anas r.a.
Sesungguhnya yang dinamakan sabar itu ketika seseorang bisa sabar ketika terkena musibah.

Pada intinya adalah Ridho terhadap apa-apa yang diberikan Allah SWT kepada kita, tidak boleh mengeluh. Kuncinya bersyukur dan bersabar.

Demikian ringkasan mengaji kami, semoga bermanfaat. Amiin

By : PPK CSS MoRA UNAIR ("Semangat Ngaji, semangat Ngabdi, selalu Istiqomah")